SISTEM PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH ANALISIS TERAPAN METODE DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN FORMAL DAN NON FORMAL
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v4i5.832Keywords:
Metode, pembelajaran, kelas formal dan nonformal, Ponpes Al-AziziyahAbstract
Diakui bersama pada awal berdirinya pondok pesantren yang diakui bahwa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan holistik dimana para pengasuh pesantren memandang bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kesatupaduan dalam totalitas kegiatan hidup sehari-hari, sehingga bagi warga komunitas pondok pesantren belajar tidak mengenal perhitungan waktu, kapan harus dimulai dan harus selesai, dan target apa yang harus dicapai. Dalam kegiatan pembelajaran mereka sama mengaku bahwa ilmu agma fardu ain dipandang sakral sedangkan ilmu umum fardu kifayah tidak sakral. Dalam perkembangannya sejumlah sejumlah metode dapat diterapkan oleh guru atau ustadz/ustadzah dalam kegiatan pembelajaran antaranya (1) metode ceramah, (2) metode tanya jawab, (3) metode demonstrasi, (4) metode eksprimen, (5) metode diskusi, (6) metode sosiodrama dan bermain peran, (7) metode drill (latihan), (8) metode tim teaching (mengajar beregu), (9) metode problem solving (pemecahan masalah), (10) metode resitasi (pemberian tugas), (11) metode kerja kelompok, dan (12) metode simulasi. Demikian juga ketika pembelajaran Bahasa Arab yaitu (1) metode muhadasah (bercakap-cakap), (2) metode muthala’ah (membaca), (3) metode imla’ (dekte), (4) metode insya’ (mengarang), (5) metode mahfudzat (menghafal), dan (6) metode qawaid (nahu saref). Juga dalam kajian kitab kuning pada pembelajaran nonformal adalah (1) metode sorogan, (2) metode bandongan, dan (3) metode wetonan, dalam upaya pemahaman keilmuan baik ilmu umum terlebih ilmu agama (Ilmu Fikih, Qur’an-Hadis, Aqidah-Akhlak, SKI, dan kitab-kitab klasik/kitab kuning) kepada para santri. Tuntutan kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan metode yang relevan dengan tujuan menjadi suatu keharusan baik di kelas non formal terebih di kelas formal. Adanya perbedaan penerapan jenis metode pembelajaran disebabkan karena tujuan pembelajaran yang berbeda, sehingga ketika guru memberikan pemahaman/kognitif tentunya jenis metodenyapun sesuai dengan tujuan tersebut, demikian juga ketika tujuan mengarah pada ranah afektif dan psikomotorik demikian juga adanya. Ini berarti tuntutan untuk mengetahui jenis-jenis metode dan keterampilan dalam terpannya secara terpadu menjadi suatu keharusan, yang keberhasilannya diperoleh melalui penerapan jenis alat evaluasi yang juga searah dengan tujuan pembelajaran yang dicapai. Dalam kenyataannya tuntutan tersebut dikalangan guru di Pondok Pesantren Al-Aziziyah belum terpenuhi meskipun secara akademis tingkat pendidikan mereka sebagaianbesar S.1 dan bahkan ada yang S.2. Guru yang memiliki jenjang pendidikan S.2 adalah 15 orang dari 213 guru atau 7,04 %, jenjang pendidikan S.1 160 orang atau 75,12 %, jenjang Diploma 2 orang atau 0,94 %, dan jenjang pendidikan SMA/MA 36 orang atau 16,9%.References
Hassan, Tarjamah Bulughul Maram Ibnu Hajar Al-‘Asqalani : Terjemahan Beserta Keterangannya dengan Muqaddimah Ilmu Hadits dan Ushul Fiqih, Bandung : Diponegoro, 2006
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1992
Abdorrakhman Ginting, Esensi Praktis Belajar & Pembelajaran : Disiapkan untuk Pendidikan Profesi dan Sertifikasi Guru-Dosen, Bandung : Humaniora, 2007
Arifin Imron, Kepemimpinan Kyai : Kasus Pondok Pesantren Tebuireng, Malang : Kimasahada Press, 1993
A Sunyoto, Ajaran Tasawuf dan Pembinaan Sikap Hidup Santri Pesantren
Basyiruddin Usman, Metodology Pengajaran Agama Islam, Padang : ININ IB Press, 1999
Darwyn Syah, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Gaung Persada Press, 2007
Departemen Agama RI., Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta : Yayasan Penyelenggara PenterjemahAl-Qur’an Departemen Agama RI., 2004
Hadari Nawawi, Pendidikan dalam Islam, Surabaya : Al Ikhlas, 1993
Horikoshi, H., Kyai dan Perubahan Sosial, Jakarta : P3M, 1987
Kementerian Agama RI., Mushaf Al-Qur’an : Al-Qur’an Hafalan, Terjemah, Penjelasan Tematik Ayat, Jakarta : Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsiran Al-Qur’an Revisi Terjemah oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an Kemneterian Agama Republik Indonesia, 2012
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010
Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren : Suatu Kajian Tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren, Jakarta : Indonesia-Netherlands Cooperation in Islamic Studies/INIS, 1994
M. Atwi Suparman, Desain Instruksional Modern : Panduan Para Pengajar & Inovator Pendidikan, Jakarta : Erlangga, 2012
Moh.Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Edisi Kedua, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1995
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009
Nurul Zuhriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi, Jakarta : Bumi Aksara, 2009
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara, 2001
Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar : Strategi Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, Bandung: Refika Aditama, 2007
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yoyakarta : Pustaka Pelajar, 2008
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Edisi Revisi, Jakarta : Kalam Mulia, 2010
S. Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran : Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran : Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, Bandung : Alfabeta, 2012
Sudirman.at.al., Ilmu Pendidikan, Bandung : Remaja Karya, 1987
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi VI, Jakarta : Rineka Cipta, 2006
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D Bandung:Alfabeta, 2010
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta : Kencana Prenadamedia Group, 2006
Yusuf Tayar, dan Syaiful Anwar, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, Jakarta : Rajaq Grafindo Persada, 1997
Zainal Aqib, Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran, Surabaya : Insan Cendekia, 2002
Zamahsari Dhofir, , Tradisi Pesantren : Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta : LP3ES, 1984, h. 28
Z.A. Syis, et.al., Standarisasi Pengajaran Agama di Pondok Pesantren, Jakarta : Dirdjen Bimbaga Islam Depaertemen Agama Republik Indonesia, 1984
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


