HUMAN CAPITAL 5.0: PERAN PENDIDIKAN DAN MANAJEMEN DALAM MENGHADAPI DISRUPSI KECERDASAN BUATAN DAN OTOMATISASI(Ekonomi Digital dan Kecerdasan Buatan dalam Pengambilan Keputusan Bisnis)
DOI:
https://doi.org/10.58258/37ffse02Keywords:
Human Capital 5.0; disrupsi kecerdasan buatan; ekonomi digital; pengambilan keputusan bisnis; pendidikan vokasi.Abstract
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi telah mengubah secara fundamental tatanan dunia kerja, pola pendidikan, dan model pengelolaan sumber daya manusia. Fenomena disrupsi ini melahirkan tuntutan baru terhadap konsep human capital, dari sekadar modal tenaga kerja fisik menuju konsep “Human Capital 5.0” yang menekankan keselarasan antara kompetensi manusia yang berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan (human-centered) dengan kecanggihan teknologi berbasis data (technology-based). Artikel ini bertujuan mengkaji peran pendidikan dan manajemen sumber daya manusia dalam merespons disrupsi AI dan otomatisasi, serta menganalisis kontribusi ekonomi digital dan kecerdasan buatan terhadap kualitas pengambilan keputusan bisnis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif terhadap literatur ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berperan strategis melalui reorientasi kurikulum berbasis literasi digital, penguatan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), dan pengembangan soft skill yang relatif sulit digantikan mesin; sementara manajemen sumber daya manusia berperan melalui strategi reskilling dan upskilling yang selaras dengan kebutuhan industri. Dari sisi ekonomi digital, pemanfaatan AI dan business intelligence terbukti mampu meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan akurasi pengambilan keputusan bisnis, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meskipun kesenjangan akses teknologi dan literasi digital di wilayah kepulauan dan pedesaan seperti Nusa Tenggara Barat masih menjadi tantangan tersendiri. Artikel ini merekomendasikan penguatan sinergi tiga pihak (triple helix) antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem Human Capital 5.0 yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Human Capital 5.0; disrupsi kecerdasan buatan; ekonomi digital; pengambilan keputusan bisnis; pendidikan vokasi.Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ernaldo Fikrul Arifin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
