Smart Farming dan Big Data: Decision Support System untuk Optimalisasi Investasi dan Analisis Risiko Agribisnis
DOI:
https://doi.org/10.58258/vhvhbh73Keywords:
: Big Data Analytics, Decision Support System, Human Capital 5.0, Risk Analysis, Smart Farming.Abstract
Revolusi digital dan ancaman disrupsi iklim menuntut transformasi paradigma dalam pengelolaan agribisnis menuju pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran smart farming, analitik big data, dan Decision Support System (DSS) berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam mengoptimalkan investasi serta mengelola risiko agribisnis dalam kerangka Human Capital 5.0. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dan analisis studi kasus deskriptif, mengintegrasikan data lapangan lokal,seperti agribisnis jagung di Kabupaten Bima, smart farming kopi di Cianjur, dan tata kelola pertanian digital nasional,dengan laporan ilmiah lembaga internasional (CGIAR, World Bank, FAO, dan ScienceDirect). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan IoT dan sensor presisi mampu meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 20-25% (dengan peningkatan volume panen hingga 33%), menghemat air irigasi hingga 28,6-30%, dan mengurangi penggunaan pupuk/pestisida sebesar 25%. Di sisi lain, sistem DSS berbasis multi-agent AI terbukti memangkas biaya analisis risiko investasi agribisnis hingga di bawah 5% dibanding metode konsultansi tradisional. Meskipun demikian, adopsi teknologi masih terhambat oleh keterbatasan literasi digital dan ketimpangan infrastruktur internet pedesaan (3.493 desa blank spot). Penelitian ini menyimpulkan pentingnya penguatan Human Capital 5.0 untuk mengalihkan peran petani dari pekerja fisik menjadi pengelola pengetahuan, yang didukung oleh skema pembiayaan campuran (blended finance) dan kebijakan kolaboratif pemerintah.Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 danavia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
