Efektivitas Metode Latihan Multiple Box To Box Jump With Single Leg Landing Terhadap Power Otot Tungkai Pada Pemain Putsal Sman 1 Gunungsari Tahun 2017
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v3i2.152Keywords:
Metode Latihan Multiple Box To Box Jump With Single Leg Landing, Power Otot Tungkai. Pemain PutsalAbstract
Asal mula olahraga Futsal muncul sekitar tahun 1930 di Montevideo, Uruguay dan dikenalkan oleh pelatih sepak bola yang terkenal pada masa itu, yaitu bernama Juan Carlos Ceriani. Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu dengan satu regunya sebanyak 5 orang . Seseorang yang mempunyai kemampuan dalam permainan putsal yang baik akan mampu mematikan lawan dengan mudah dan mampu menghentikan pergerakan lawan. Pada pemain putsal SMAN 1 Gunungsari tahun 2017 masih banyak yang kemampuan melompatnya, kelinchan dan kecepatan dan power otot tungkai masih lemah atau tidak maksimal. Masalah yang diungkapkan dari penelitian ini adalah “Apakah Ada efektifitas Latihan Multiple Box To Box Jump With Single Leg Landing Terhadap Power Otot Tungkai Pada pemain putsal SMAN 1 Gunungsari tahun 2017”. Tujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah dan ingin mengetahui “Apakah Ada Apakah Ada efektifitas Latihan Multiple Box To Box Jump With Single Leg Landing Terhadap Power Otot Tungkai Pada pemain putsal SMAN 1 Gunungsari tahun 2017”. Populasi dalam penelitian ini adalah Tim putsal Ssman 1 Gunungsari 2017 Kabupaten Lombok Barat yang berjumlah 20 orang. Peneliti menggunakan lokasi tempat lapangan putsal Ikip Mataram untuk latihan dan lapangan/ruangan yang rata dan ada temboknya untuk melakukan tes vertical jump, alat tulis dan belangko tes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes perbuatan yaitu tes melakukan latihan Multiple Box To Box Jump With Single Leg Landing selama 6 minggu. Dari hasil analisis data di peroleh t-hitung (6.535) lebih besar dari t-tabel (2.093) Ho ditolak dan Ha diterima dapat di simpulkan bahwa “Apakah Ada efektifitas Latihan Multiple Box To Box Jump With Single Leg Landing Terhadap Power Otot Tungkai Pada pemain putsal SMAN 1 Gunungsari tahun 2017”. Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan rumus t-hitung (6.535) dan t-tabel (2.093) pada taraf signifikan 5% berarti t-hitung lebih besar dari t-tabel. Dengan demikian Hipotesis Nihil “Ditolak” dan Hipotesis Alternatif “Diterima”.References
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Renika Cipta.
Asdep PTPK, Kemenegpora. 2007. Pelatihan Pelatih Fisik Level 1. Jakarta: Rineka Cipta
Bolton, B. 2006. Ladder and Functional Block Programing. Jurnal of Sports Science and Medicine: Chapter 11
Bompa, T. O. 1999. Periodezation Theory and Methodology of Training. Illions: Kendal Hunt Pubhlishing Company.
Bucher, Charles A. And Wuest, Deborah A. 2009. Physical Education, Exercise Science, and Sport. New York: Mc Graw Hill.
Calatayud, J., Borreani, S., Behni, D., Andersen, L. 2014. Muscle Activation During Push-Ups With Different Suspension Training Systems. Jurnal of Sports Science and Medicine. 13, 502-510
Chu, D. A. 1998. Jumping Into Plyometric (second edition). United State of America: Human Kinetic
Chu, D. A., and Mayer, G.D. 2013. Plyometrics. United States Of America.
Delavier, F. 2005. Strength Training Anatomi. United States: Human Kinetics.
Dintimin, G. And Ward. 2003. Sport Speed ( Third Edition). United Stage of America: Human Kinetic.
Downey, J. 2008. Get Fit For Badminton A Practikal Guide to Training for Player and Coaches. Pelham Books Ltd. London.
Ed Mcneely, Ms. Introduction to Plyometrics: Converting Strength to Power. NSCA’s Performance Training Journal. Vol. 6 No. 5
Harsono. 1988. Coaching dan Aspek- Aspek Psikologis dalam Coaching. Semarang: Dahara Prize.
Harsono. 1993. Prinsip- Prinsip Pelatihan. Jakarta : Komite Olahraga Nasional Pusat ( KONI PUSAT).
Harsono. 2001. Latihan Kondisi Fisik. Bandung: November.
https://www.google.com/search?q=gambar+push-up diunduh tanggal 15 oktober 2014.
Izquierdo, K. Hakkinen,J. Ibanez, M. Garrues, A. Anton, A. Zuniga, J. L. Larrion. Training on Muscle Power and Serum Hormones In Middle Aged and Older Men. J. Appl Physial 90 :1497-1507, 2001.
James. C.Radcliffe,Robert C Farentinos.1994. Explosive Power Training Human Kinetiks Publisher.Inch.
Jonhson, B., Nelson, J. 1986. Pratical Measurements For Evaluation In Physical Education. Printed in the United States of America
Kusnanik,N. W.,Nasution,J.,dan Hartono,S. 2011.Dasar-Dasar Fisiologi Olahraga.Unesa: Unesa University Press.
Lukman, OT. 2003. Biomekanika Penerapan Hukum-Hukum dan Prinsip- Prinsip Mekanika. Surabaya: Unesa University Press
Lutan, R., Supardi, Giriwijoyo, Y., Ichsan, M., Harsono, Setiawan,I., Nadisah, Hidayat,I., Nurhasan, Wiramihardja,K. 1998.” Seri Bahan Kuliah Olahraga di ITB: Manusia dan Olahraga. Bandung”. Bandung :ITB dan FPOK/ IKIP Bandung.
Mackenzie, B.1996. Weinght Training .United Kingdom. http://www.brianmac.co.uk/weight.htm diunduh tanggal 17 oktober 2014
Maksum, Ali. 2009. Metodologi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya.
Maksum, Ali. 2011. Psikologi Olahraga. Surabaya: Unesa University Press
Maksum, Ali. 2012. Metodologi Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.
Miller, M.G., Herniman, J.J. Richard, M. D., Cheatman, C.C., and Michael, T.J. 2006. The Effects Of A 6-Week Plyometric Training Program On Agility”. Journal of Sport Science and Medicine. 5, pp.459-465. http//www.jssm.org.
Nala, N.1998. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Denpasar: Universitas Udayana.
Pasurney, P. J. And Sidik, D. Z.2007. Materi Penataran Pelatihan Fisik Tingkat Provinsi se- Indonesia. Bandung: FPOK UPI
Redcliffe, J. C., and Farentinos, R. C. 1999. High Powered Plyometric. United States of America: Human Kinetics Publisher Inc.
Roesdiyanto,dkk.20108. Dasar- Dasar Kepelatihan Olahraga. Malang.
Sajoto. 1995. Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Semarang: Dahara Prize.
Sajoto. 1988. Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Jakarta: Depdikbud Dirjen PTPLPTP.
Soemardiawan. 2012. Tesis: Pengaruh Pelatihan Reverse Curl dan Barbell Curl Terhadap Peningkatan Power Lengan Pemain Bulutangkis. Universitas Negeri Surabaya.
Souza, E. D., Lowery, R. P., Aihara, A. Y., Wilson. J. 2014. Early Adaptations To Six Weeks of Non-Periodized and Periodized Strength Training Regimens in Rexreational Males. Journal of Sports Science and Medicine.
Sugiyono. 2010. Statistika untuk Pendidikan. Bandung :Alvabeta.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D. Bandung: Alvabeta.
Sukadiyanto. 2011. Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Yogyakarta: CV. Lubuk Agung.
Suparto, A. 2014. “ Pengaruh Latihan Rubber dan Burble Terhadap Kekuatan dan Power Otot Lengan pada Pemain Bola Voli”. Universitas Negeri Surabaya.
Willardson, J.M., & Burket, L.N. 2008. “ The Effect of Rest Interval Between Sets on Volume Components and Strength Gains”. Journal Strength Conditioning Res. Vol. 22(1) Jan. 2008.
Wiyogo, W.D & Sulistyorini.1991. Pengetahuan Kesegaran Jasmani. Malang:IKIP.
www.ballmedicine.com diunduh tanggal 17 oktober 2016.
Young, W.B., M.H. Mcdowel., and Scarlett. 2001. Speciticity of Sprint and Agility Training Methods. J. Strength Cond. Res. 15: 315-319
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.



