EKSPRESI MAKIAN PADA AKUN YOUTUBER GAMERS
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3623Keywords:
ekspresi makian, youtubers, gamersAbstract
Penelitian ini didasarkan atas adanya perbedaan ragam bahasa wanita dan pria di dalam masyarakat, yang difokuskan pada ekspresi makian yang digunakan oleh para gamers dalam bentuk kata-kata di aplikasi media sosial youtube. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perwujudan ekspresi makian pada akun Youtuber gamers. Beberapa permasalahan yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah bentuk, makna, dan fungsi dari ekspresi makian di akun youtuber gamers. Penelitian ini bertujuan memerikan wujud ekspresi makian yang ditulis oleh pengguna youtube. Penelitian ini menggunakan teori Wijana untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua, yakni bentuk dan makna ekspresi makian. Selanjutnya, teori Anderson dan Trudgill untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga yakni fungsi ekspresi makian. Teori pendukung yang digunakan adalah teori tabu dan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data pada penelitian ini berupa teks tulis berisi ekspresi makian yang ditulis oleh youtubers dan dimuat di sepuluh akun youtuber yaitu, (Zan, BrandontKent Everything, Pascol Kintil, Yb, Windah Basudara, Luan-luan, Ericko Lim, Erpan1140, Bangpen, Pedjuang Gamers ) yang selanjutnya diubah dalam bentuk angka untuk menunjukkan jumlah dan persentase penggunaan ekspresi makian. Data dikumpulkan dengan metode simak dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data disajikan dalam bentuk tabel dan teks naratif. Berdasarkan hasil analisis, bentuk ekspresi makian yang ditemukan sebanyak tiga kategori, yakni kata, frasa, dan klausa. Makna ekspresi makian yang ditemukan sebanyak tujuh kategori yaitu keadaan, binatang, bagian tubuh, makhluk halus, profesi, benda-benda, dan aktivitas. Fungsi kata-kata toxic yang ditemukan adalah fungsi ekspletif, fungsi humorous, dan fungsi auxiliary.References
Aini, J, Burhanudin, dan Saharudin. 2021. Konstruksi Perempuan Dalam Lagu-Lagu Berbahasa Sasak: Studi Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5 (3).
Andersson, L.G. dan P. Trudgill. 1990. Bad Language. Oxford: Blackwell
Arrozi, P. Burhanuddin, dan Saharudin. 2020. Leksikon Etnomedisin dalam Pengobatan Tradisional Sasak: Kajian Antropolinguistik. Mabasan,14 (1), 17-30.
Bolton, K. dan Hutton C. 1997. “Bad Boy and Bad Language: Chou Hau and The Sociolinguistics of Swearwords in Hongkong Cantonese”, dalam G.Evans dan Maria Tarn Siu-mei, editor. Hongkong: The Anthropology of a Chinese Metropolis. London: Curzon
Burhanuddin, Sumarlam, dan Mahsun. 2019. The Complexity of Phonological Change in South Halmahera Languages. Dialectologia, Nomor 22.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta; Rineka Cipta
Coates, Jennifer. 1986. Women, Men and Language. London: Longman
Crystal, David. 2003. Encyclopedia of The English Language. Cambridge: Cambridge University Press.
Diana J, Mahsun, dan Burhanuddin. 2019. Gender dalam Bahasa Samawa Tinjauan Antropolinguistik. Basastra, 8 (1), 15-28.
Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Eresco
Edward. 1983. The Anatomy of Dirty Words. New York: Lyle Stuart.
Fasya, Mahmud. 2013. Variabel Sosial sebagai Penentu Makian dalam Bahasa Indonesia. Tesis. Universitas Pendidikan Indonesia.
Fitriyani, Iin. 2019. Ekspresi Bahasa Indonesia Tulis Berdasarkan Gender pada Media Facebook. Tesis. Universitas Mataram
Hilman, A, Burhanuddin, dan Saharudin. 2020. Wujud Kebudayaan Dalam Tradisi Suna Ro Ndoso: Kajian Etnolinguistik. Basastra, 9 (3), 255-270.
Hughes, Geoffrey. 1991. Swearing: A Social History of Foul Language, Oaths, and Profanity in English. Massachusetts: Oxford UK & Cambridge USA.
Indrawati, Dianita. 2006. Makian dalam Bahasa Madura. Disertasi. Denpasar: Universitas Udayana
Jay, Timothy. 2000. Why We Curse: A Neuro-Psycho-Social Theory of Speech. Philadelphia: John Benjamins.
Jay, Timothy. 2009. The Utility and Ubiquity of Taboo Words. Massachusetts:Massachusetts College of Liberal Arts.
Junaidi. 2017. Bahasa Tabu dalam Masyarakat Pidie. Tesis. Universitas Syiah Kuala
Karjalainen, Markus. 2002. “Where have all the swearwords gone? An analysisof the loss of swearwords in two Swedish translations of J.D. Salinger’s Catcher in the Rye”. Tesis. Jurusan Bahasa Inggris Universitas Helsinki.
Kridalaksana, Harimurti. 1983. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Lakoff, R. 1975. “Language and Woman’s Place”. New York: Cambridge
Lips, H.M. 1988. Sex and Gender: An Introduction. Mayfield Publish Company: California.
Lubis, A. Hamid Hasan. 2011. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa
Mahsun. 2017. Metode Penelitian Bahasa. Depok: Rajawali Pers
Moleong. Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Montagu, A. 1967. The Anatomy of Swearing. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Mutia, Riza. 2018. Deskripsi Bahasa Tabu dalam Masyarakat Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Tesis. Universitas Syiah Kuala
Nababan. 1993. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nugraha, Riant. 2008. Gender dan Administrasi Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Nur, Laily, 2017. Analisis Kata Tabu dan Klasifikasinya di Lirik Lagu Eminem pada Album The Marshal Mathers LP. Semarang
Oakley, Ann. 1972. Sex, Gender, and Society. New York: Yale University Press.
Odin, Rosidin. 2010. Kajian Bentuk, Kategori, Sumber, dan Alasan Penggunaan Makian oleh Mahasiswa. Tesis. Universitas Indonesia
Ohoiwutan, Paul. 1997. Sosiolinguistik. Jakarta: Kesaint Blant
Pateda, Mansoer. 1990. Sosiolinguistik. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Prasetyo, Lery. 2015. Tabu Bahasa dan Eufemisme dalam Bahasa Inggris. Tesis. Universitas Gadjah Mada
Sebeok, Thomas A. 1978. Style in Language. America: The M.I.T Press
Spolsky, Bernand. 1998. Sociolinguistics. Oxford: Oxford University Press.
Stoller, R. 1968. Sex and Gender: On the Development of Masculinity and Femininity. London: Hogarth Press
Sudaryanto. 1990. Fungsi Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press
Sudaryanto. 1993. Metode Dan Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta Duta Wacana University Press
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Sumarsono. 2012. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Trudgill, Peter. 1983. Sociolinguistics: An Introduction to Language and Society. London: Penguin
Verhaar, J.W.M. 2016. Asas-Asas Lingistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Veronica, Chan Kar Wang. 1997. Social Attitudes Towards Swearing and Taboo Language. Disertasi. Universitas Hongkong.
Wardaugh, Ronald. 1986. An Introduction to Sociolinguistics. New York: Basil Blackwell.
Wijana dan Rohmadi. 2013. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Wijana, I Dewa Putu. 2004. Makian dalam Bahasa Indonesia: Studi tentang Bentuk dan Referensinya. Humaniora, Volume 16, Nomor 3, Oktober 2004, hlm. 242-251.
Wikipedia. Intagram. (Online) https://id.wikipedia.org/wiki/Instagram diakses 30 Januari 2020
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


