Penerapan Pembelajaran Metode Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas V Semester Ganjil SDN 2 Ngali Tahun Pelajaran 2016/2017
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v5i6.1639Keywords:
Kerja kelompok, Hasil belajarAbstract
Untuk membentuk anak menjadi demokratis kita harus menekankan pelaksanaan prinsip kerjasama lebih besar faedahnya dan pada sistem persaingan. Kerja kelompok mempertinggi hasil belajar baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Pembelajaran Metode Kerja Kelompok dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas V Semester Ganjil SDN 2 Ngali Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Desain Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan sesuai dengan model PTK Kemmis dan McTaggart. Setiap siklus meliputi perencanaan (plan), tindakan (action), pengamatan (observation), evaluasi (evaluation) serta refleksi (reflection). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN 2 Ngali Semester I sebanyak 27 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan lembar observasi. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa: (1) Rata-rata hasil belajar PKn siswa sebelum penelitian tindakan kelas adalah 16,244 dan skor ideal yang mingkin dicapai yaitu 25, sedangkan rata-rata hasil belajar PKn siswa setelah diadakan tindakan kelas melalui metode kerja kelompok dengan bantuan tutor sebaya dan dua siklus yaitu Siklus I adalah 27,089 dan siklus II adalah 30,60, dan skor ideal yang dicapai yaitu 40. Dari hasil tersebut diperoleh keterangan bahwa hasil belajar PKn dalam hal ini kemampuan menyelesaikan soal-soal siswa kelas V SDN 2 Ngali mengalami peningkatan. (2)Adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar yakni sebelum diadakan tindakan tes awal 35,56%) yang tuntas, setelah diadakan tindakan siklus I 72,50% yang tuntas, dan Siklus II 97,50% yang tuntas. DARI Hasil ini diperoleh keterangan bahwa siklus II ini telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Depdiknas bahwa tuntas belajar secara klasikal jika telah mencapai 85% dari jumlah siswa yang telah memperoleh skor minimal 65% dan skor ideal.References
Ajoku, L. I. (2013). Professional development Depdikbud. 1993. Kurikulum Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama(SLTP) Petunjuk Proses Belajar Mengajar. Jakarta. Depdikbud
Depdikbud. 1994. Petunjuk Proses Belajar Mengajar. Jakarta. Balai Pustaka
Djamarah, dkk 1996. Stategi Belajar Mengajar. Jakarta:Renika Cipta.
Hasibuan. JJ JJ dan Moedjion0, 1995. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Reharja Rosdarja
Heinnz Kock, 1995. Saya Guru Yang Baik.Yogyakarta : Kanisius
Muhammad Jasri Djangi, 1994. Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol. I Nomor I. Ujung Pandang. FMIPA IKIP Ujung Pandang
Nasution S. 1986. Didaktik asas-asas Mengajar. Bandung. Jemmars
Nasution S. 1995. Didaktik asas-asas Mengajar. Jakarta. Bumi Aksara
Poerwandarminto W.J.S. 1984. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka
Roestiyah NK. 1989. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Jakarata: Bumi Aksara
Syaiful Bakri. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional
Team Dikdaktik Metodik. 1993. Pengantar Dikdaktik metode kurikulum proses belajar mengajar. Jakarta: Raja Grasindo Persada
Winarto Surakhman. 1994. Pengantar Interaksi Mengajar Belajar. Bandung: Tarsito.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


