POTENSI EKOWISATA PESISIR BERBASIS KEARIFAN LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v7i2.1996Keywords:
Kata Kunci, Ekowisata, Pesisir, Kearifan lokalAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memotret dalam bentuk pemetaan potensi ekowisata pesisir berbasis kearifan lokal suku Mandar yang terdapat di pulau Kerayaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan-pendekatan Etnografi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dapat diketahui makna yang ada di balik data-data yang diperoleh di lapangan, dan dapat dianalisis yang mana hasil dari penelitian ini dapat dijadikan salah satu pilihan alternatif dalam pemecahan masalah. Hasil penelitian ini berhasil memotret beberapa potensi budaya suku Mandar yang dapat mendukung pengembangan ekowisata pesisir berbasis kearifan lokal di Pulau Kerayaan yaitu Perahu Katir sebagai identitas Nelayan Mandar, Pamacca sebagai potret beladiri Mandar. Pengembangan wisata pesisir dan budaya suku mandar di Pulau Kerayaan, perlu perencanaan secara matang dengan memperhatikan kondisi lingkungan yang ada dan dapat mempengaruhi kegiatan wisata pesisir. Identifikasi terhadap kondisi lingkungan saat ini penting dilakukan sebagai dasar dalam pengambilan langkah untuk pengembangan wisata pesisir ke depan. Adapun kondisi lingkungan yang akan dimaksud terdiri atas dua komponen yakni kondisi lingkungan internal dan kondisi lingkungan eksternal. Lingkungan internal menyangkut kondisi/gambaran sumberdaya di daerah yang direncanakan, sedangkan lingkungan eksternal mengenai keadaan di luar yang dapat memasuki/menyentuh dan diperkirakan dapat berpengaruh kuat terhadap pengembangan daerah yang direncanakan untuk keperluan wisata pesisir dan budaya seperti kondisi sosial, politik, ekonomi, dan teknologi, energi dan konservasi sumberdaya alam.References
Ahimsa Putra HS. (2008). Ilmuwan Budaya dan Revitalisasi Kearifan Lokal Tantangan Teoritis dan Metodologis. Fakultas Ilmu Budaya.
Anwar. (1998). Pelayaran Niaga Orang Buton Pada Abad XX. Hasil Penelitian yang dibiayai oleh PSI Lemlit Universitas Terbuka.
Bengen, D. G. (2001). Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor, Indonesia.
C., R. (2002). Equity, Management, Power Sharing and Sustainability Issues of The New Tourism. Tourism Management, Vol 23: 17.
E., L. N. (2002). Pariwisata Bahari: Pemanfaatan Potensi Wilayah Pesisir dan autan. Makalah.
Fitri Alfia, N. (2019). Hubungan Sosial Nelayan Purse Sein dengan Masyarakat di Desa Pulau Kerayaan Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru.
Hashimoto, A. (1999). Comparative Evolutionary Trends in Environmental Policy: Reflection on Tourism Development. International Journal of Tourism Research ., Vol 1: 195.
Kumaidah, E. (n.d.). Penguatan Eksistensi Bangsa Melalui Seni Bela Diri Tradisional Pencak Silat. Google Scholar
Nurhayati, S. Q. (2018). Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Karimunjawa. Jurnal Masalah-Masalah Sosial, Vol 9 No 2.
Pelras, C. (2006). The Bugis. Nalar.
S., B. (2001). Teknik AnalisisPembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Pradnya Paramita.
Spradley, J. P. (1997). Metode Etnografi. Terjemahan oleh Misbah Yulfa Elisabeth. PT Tiara Wacana Yogya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


