PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR DAERAH IRIGASI WADUK BATUJAI KABUPATEN LOMBOK TENGAH UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PADI
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v2i1.350Keywords:
Waduk Batujai, Thronthwaite-Mather, Ketersediaan Air, Pola TanamAbstract
Daerah penelitian adalah Waduk Batujai yang terdapat di Kabupaten Lombok Tengah dan memiliki delapan daerah irigasi dan luas lahan pertanian yang diairi ±8000 Ha tersebar di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Praya Barat, Kecamatan Praya Barat Daya dan Kecamatan Jonggat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi seberapa besar ketersedian sumberdaya air yang ada di daerah irigasi Waduk Batujai. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang pengumpulan datanya dilakukan dengan dua cara yaitu: survei instansional dan survei lapangan. Perhitungan ketersediaan air menggunakan data runoff yang dihasilkan dari perhitungan dengan menggunakan metode Thoronthwaite-Mether dan data debit yang di dapatkan dari kantor pengamatan air waduk Batujai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air daerah irigasi Waduk Batujai berdasarkan metode Thronthwaite-Mather diperoleh hasil total air waduk dalam satu tahun yaitu 64.734.620 m3. Sedangkan hasil perhitungan ketersediaan air waduk menggunakan data sekunder total air waduk dalam satu tahun sebesar 18.796.203 m3. Perimbangan antara ketersediaan air waduk baik yang menggunakan metode Thronthwaite-Mather maupun data debit hasil pengamatan dengan kebutuhan air irigasi, kelebihan air lebih banyak dibandingkan dengan kekurangan air hal ini berarti bahwa pola tanam padi – padi – palawija untuk daerah penelitian masih bisa diterapkan dan untuk mendapatkan hasil produksi padi yang tinggi maka pola tanam harus disesuaikan dengan ketersediaan air yang adaReferences
Arsyad, S., 1989. Konservasi Tanah dan Air. Penerbit IPB. Bogor
Asdak, C., 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Astuti A. J. D., 2008. Evaluasi Tingkat Kekritisan Air dan Kerusakan Lingkungan di Daerah Aliran Sungai Serang Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Tesis. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
BAPPEDA, 2009. Pola Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai Pulau Lombok. BAPPEDA Provinsi NTB. Mataram.
Barmawi dan Hatmoko, 2010. Pengembangan Sumber Daya Air Terpadu. Pusat Litbang Sumber Daya Air: Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.
BPS, 2010. Lombok Tengah dalam Angka. BAPPEDA Kabupaten Lombok Tengah. Praya.
Kemitraan Penyelamatan Air. www. kimpraswil.go.id (4 april 2007).
Kijne, J.W., 1073. Determining Evapotranspiration. International Institute for Land Reclamation and Improvement, Wageningen.
Kodoatie dan Sjarief R., 2010. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Kodoatie, R.J., Suharyanto, Sri S. dan Sutarto, E., 2002. Pengelolaan Sumberdaya Air dalam Otonomi Daerah. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Kung, P., 1971. Irrigation Agronomy in Monsoon Asia. Foot and Agriculture Organization of the United Nations. Rome.
Thornthwaite C.W., Mather J.R., 1957. Instruction and Tables for Computing Potential Evapotranspiration and The Water Balance, Publication in Climatology, Volume X, Number 3, Certerton, New Jersey.
Tjasjono, 1999. Klimatologi Umum. Penerbit ITB. Bandung.
Triatmodjo, B., 2008. Hidrologi Terapan. Beta Offset: Yogyakarta.
Widodo, 2002. Studi Kebutuhan Air untuk Tanaman Padi dari Air Irigasi Waduk Pondok Ngawi. Skripsi. Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Zhi, M., 2001. Water Efficient Irrigation and Environmentally Sustainable Irrigated Rice Production in China. http://www.icid.org/wat_mao.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


