ANALISIS VERBA –TE KURU DAN –TE IKU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

Authors

  • Nevia Octa Permatasari Universitas Negeri Surabaya
  • Roni Roni Universitas Negeri Surabaya
  • Didik Nurhadi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3622

Keywords:

hojodoushi, converba (V-te V), leksikal, gramatikal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi gramatikal makna verba predikat kompleks converba (V-te-V) dalam bahasa Jepang, khususnya verba –te kuru dan –te iku yang merupakan bentuk dari zenkoudoushi (verba pertama) dan koukoudoushi (verba kedua). Verba kedua dalam predikat kompleks ini disebut oleh hojodoushi seperti –te kuru dan –te iku. Kemudian, verba pertama merupakan verba utama yang berbentuk –te, hasil dari gabungan verba dengan morfem –te. Secara leksikal, kuru berarti 'datang' dan iku berarti 'pergi' sebagai maknanya sendiri, sedangkan secara sintaksis verba ini digabungkan dengan verba –te akan menambahkan beberapa arti tambahan untuk kata kerja – te dan akan disebut sebagai hojodoushi. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada makna verba -te kuru dan -te iku serta memperjelas perbedaan yang signifikan pada makna verba -te kuru dan -te iku tersebut

Author Biography

  • Nevia Octa Permatasari, Universitas Negeri Surabaya
    Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya

References

Alwi, H. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Coolsma, S. (1985). Tata Bahasa Sunda (Husein Widjajaksuuma ; Yus Rusyana, Ed.). Retrieved from https://jp.b-ok.as/book/11030105/2ca61d?dsource=recommend

Fillmore, C. (1997). Lectures on Deixis (Revisi). Retrieved from http://websites.umich.edu/~jlawler/FillmoreDeixisLectures.pdf

Himeno, M. (1999). Fukugodoushi no Koushoku to Imiyouhou. Japan: Hitsuji.

Kageyama, T. (2001). Keitairon to Imi. Japan: Kuroshio Shuppan.

Katou, Akihito, et al. (2000). Nihongo Gaisetsu. Japan: Oufuu.

Kumamoto, J. (1983). Deixis in Japanese and English Verbs. University of Adelaide.

Lexy Moleong. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Nomura, M. (1992). Nihongo Jiten. Tokyo: Tokyodo Shuppan.

Roni. (2014). Verba sebagai Pusat Kalimat dalam Bahasa Jepang Konsentrasi pada Makna Sintaksis Nomina Tidak Wajib Hadir. LPPM UNESA, 1(2), 171–182.

Shibatani, M. (2003). Directional verbs in Japanese. In Motion, Direction and Location in Languages (pp. 259–286). https://doi.org/10.1075/tsl.56.19shi

Shibatani, Masayoshi. (1990). The Language of Japan. Retrieved from https://p302.zlibcdn.com/dtoken/72f4a8cf5abc6bd976cec43086353098

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sunagawa, Y. (1998). Nihongo Hyougen Bunkei Jiten. Tokyo: Kuroshio.

Teramura, H. (1984). Nihongo no Sintakusu to Imi II. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Toki, Tetsu, et al. (2009). Nihongo Chuukyuu J301. Tokyo: Suriiee Nettiwaaku.

Tsuruo, N. I. H. (2014). Minna No Nihongo Shokyuu II. Surabaya: i’Mc Center Press.

Yin, H. (2014). The Semantic Network of the Japanese Verb Kuru ‘ Come .’ 4(12), 245–256.

Downloads

Published

2022-08-08